Asal Jangan.....


Yang di sebelah kiri saya itu namanya Rio. Tiga tahun lalu masih murid saya. Namun sekarang sudah menjadi mekanik.

Kalau yang di kanan saya itu panggilannya Ricky. Terbilang fresh graduate. Ketika lulus tahun lalu, dia bercerita ingin menjadi masinis.

Si Ricky ini termasuk siswa paket komplit. Persis seperti Tiara, si calon bintang yang berhasil menembus lima besar Indonesia Idol. Yang ketika konser spektakuler pekan lalu itu berhasil menggoyang Ari Lasso, dengan lagu Pamer Bojonya Didi Kempot.

Selain nurut, Ricky ini punya skill yang tajam. Rajin. Dan juga pintar.

Ricky pula yang menjadi satu dari sedikit siswa kami yang lulus ke universitas negeri. Namun dia lebih memilih kerja. Menerima tawaran bengkel AHASS yang memberinya fasilitas lulus tanpa testing.

Bekerja di situ, Ricky menyiratkan bahwa kebutuhan hidup saat ini lebih mendesak dibandingkan kebutuhan ilmu.

Selain Rio dan Ricky, sebenarnya ada dua siswa lagi yang setelah lulus langsung diterima kerja di perusahaan itu. Kesemuanya tanpa testing.

Kamis tadi, giliran mereka berdua yang 'pulang kampung.' Menunaikan janji bakti. Menari di antara tumpukan handtools dan knalpot motor. Mewakili perusahaannya unjuk skill di sekolah.

Hari itu, Rio dan Ricky seperti menjawab tantangan saya.

Saat itu saya menyebut bahwa guru manapun akan bangga melihat siswanya lebih sukses dari gurunya.

Karena guru itu sama dengan orangtua. Yang merasa bangga, dan tidak ada rasa cemburu sedikitpun jika mengetahui siswanya telah berhasil.

Kepada mereka, saya juga sampaikan rasa bangga jika mereka bisa lebih baik ekonominya. Lalu lebih sejahtera. Lebih pintar. Lebih terampil.

Asal jangan lebih ganteng...

No comments