Buah Sabar Pak Zuhud


Saat kami datang, hari sudah gelap. Suasana juga sepi. Meja tempat hidangan rendang, mie sop kampung, dan lontong Medan yang lezatnya menghebohkan WA grup itu, sudah terlipat rapi. Disandarkan pada bagian samping beranda.

Tuan rumah muncul dengan batik lengan panjang. Cutting slimfit menambah selaras wajahnya yang tampak begitu lega. Beliaulah pak Zuhud Suriono.

Hari ini dia menggelar open house. Mengundang seluruh kolega pada 2 instansi tempatnya bertugas. Sebagai bentuk rasa syukur atas untaian anugerah yang telah ia terima. Yang menjadi penantian seorang guru abdi negara.

Penantian pertama sekaligus kedua, lulusnya pak Zuhud pada program Keahlian Ganda. Ia adalah seorang guru Fisika. Menjadi abdi negara sejak tahun 2009. Namun mulai mengajar sejak tahun 2005. Saya sendiri baru aktif sebagai karyawan Astra pada tahun itu.

Baca Juga:
Si Timi yang Buat Istri Saya Cemburu

Menurut perhitungan, setelah 7 tahun memiliki pengalaman mengajar, seorang guru berhak diberikan tiket untuk mengikuti kegiatan PLPG. Tahap kunci untuk mendapatkan sertifikat pendidik, dan tunjangan profesinya.

Namun hingga tahun 2017, pak Zuhud belum memperoleh tiket itu. Sehingga ia mengikuti program Keahlian Ganda. Menyeberangi lintas kompetensi. Yang menawarkan tiket PLPG. Kunci sertifikasi.

Pada program Keahlian Ganda, pak Zuhud memilih keahlian Teknik Sepeda Motor. Satu bidang kompetensi dengan saya. Namun usaha untuk lulus PLPG pada kompetensi itu, terbilang rumit. Mereka hanya diberikan waktu untuk ‘sekolah lagi’ selama satu tahun.

Baca Juga:
Kecil Presenter, Dewasa Duta Besar

Pada ujian utama di akhir tahun 2017, pak Zuhud belum berhasil. Nilainya belum mencukupi. Padahal syarat kelulusan, nilainya harus 80. Kalau gagal, ujian lagi. Pemerintah memberikan kesempatan 3 kali ujian ulangan.

Proses menuju ujian ulangan inilah yang terbilang sulit. Bukan merupakan kompetensi dasarnya, pak Zuhud harus mengulang pembelajaran dari awal lagi.
Pada ujian ulangan kedua tahun 2018, beliau akhirnya dinyatakan lulus. Memperoleh sertifikat di awal tahun 2019.

Saya sendiri mulai mengajar sejak tahun 2011. Enam tahun setelah pak Zuhud. Mengikuti PLPG tahun 2017. Dan Alhamdulillah langsung lulus ujian utama. Sehingga berhak menikmati tunjangan sertifikasi pada tahun 2018.

Baca Juga:
Changi, Bandara yang Dikenal dari Monopoli

Yang ketiga, upgrade level yang diajukan pak Zuhud telah diterima. Meskipun berkas resminya belum dipegang. Namun dari data Badan Kepegawaian Negara, menunjukkan bahwa beliau dinyatakan naik pangkat. Satu tingkat di atas saya. Atau jika disetarakan dengan dunia militer, beliau kini berpangkat Mayor.

Begitulah pak Zuhud. Ia tetap terus dengan pengabdiannya. Seperti arti namanya Zuhud. Yang tidak berambisi sepenuh hati mengejar dunia. Karena beliau yakin, semua akan indah pada saatnya.

Barakallah pak Zuhud.

4 comments: