Ide Interaktif dari 'Lai' yang Lain




Cemas juga saya menunggu siapa lektur yang satu ini. Bikin penasaran. Karena nama belakangnya. Dan juga negara asalnya.

Nama belakang itu memang tak lagi asing. Sering saya baca. Dari tulisan Abah Dahlan Iskan (DI) di web pribadinya: disway.id.

Terutama saat beliau harus menjadi manusia setengah bionic. Terkena serangan Aorta Dissection di Mekkah. Dan harus menjalani operasi pemasangan selang pembuluh darah utama seharga Rp 500 juta di Singapura.

Benjamin. Lektur yang membimbing kami selama dua hari itu, memang memiliki nama belakang yang persis sama dengan sahabat DI di Singapura. Robert: Lai.

Sambil membawa foto DI dan Robert, saya sapa Benjamin Lai ketika waktu senggang. Mengkonfirmasi. Siapa tahu Benjamin itu anaknya. Saudaranya. Atau memiliki hubungan darah dengan Robert Lai.

Ternyata tidak. Benjamin yang asal Malaysia itu, tidak memiliki hubungan apapun dengan Robert. Meskipun memiliki kesamaan nama belakang.

Hari itu, melalui Benjamin, kami mendapatkan banyak pencerahan baru. Terutama tentang materi HMI. Yang disampaikan melalui metode pembelajaran otentik. Dan juga ini: penggunaan gadget sebagai media belajar interaktif.

Ketika menyampaikan materi yang masuk kategori sulit itu, Benjamin menggali pengetahuan dasar kami melalui pre-test.
Yang jawabannya disampaikan secara interaktif. Real time. Melalui website khusus. Sehingga peserta boleh menjawab apa saja. Selama itu nyambung.

Jawaban yang diberikan oleh peserta, akan langsung muncul di layar. Tanpa diketahu siapa pengirimnya.

Keesokan harinya, Benjamin yang juga mengetahui sepak terjang PT Astra International Tbk itu, membuat kuis interaktif.
Kuis dapat diakses peserta melalui web khusus: kahoot.it.
Sebelumnya, Benjamin telah membuat pertanyaan pada web itu. Dan bisa kami jawab, dengan memasukkan Pin Game nya terlebih dahulu.

Meskipun bukan tergolong cara yang baru, ide Benjamin ini lumayan seru. Hitung-hitung untuk mengakomodasi ketergantungan siswa zaman milenial terhadap gadget.

No comments