Rujak Bumbu




Bang Marlen membeli rujak suatu siang. Begitu tiba dan turun dari motornya, ia lantas melangkah masuk.

"Pak, rujaknya sebungkus ya. Bumbu dan buahnya dipisah aja," kata Marlen pelan. Matanya melirik ke pembeli yang sudah mengantri dan duduk rapi di bangku panjang.

"Pak, punya saya bisa minta tolong didahulukan? Soalnya mau cepat. Bisa kan pak?" pinta Marlen kepada penjual setengah baya, yang tangannya terlihat cekatan menggiling bumbu.

"Kalau bumbunya mau dipisah, bisa bang," jawab penjual singkat. Ia lalu bergegas mengambil kresek. Mengemasi rujak pesanan pelanggannya. Lalu menghampiri Marlen.

"Ini bang," kata penjual sambil menyerahkan kresek bening berukuran sedang kepada Marlen.

"Loh, kok cepat kali pak," tanya Marlen bingung.

"Lah, tadi katanya mau cepat. Trus bumbunya minta dipisah. Makanya langsung saya kasi aja itu cabe rawit, gula aren, pisang batu, kacang goreng, potongan blacan, sama buah-buahnya."

"Glek,"

No comments